Konservasi Arsitektur – Kota Tua Jakarta (Part 2)

VIHARA DHARMA BAKTI

-KOTA TUA JAKARTA-

Jalan Kemenangan III Petak Sembilan No. 19, RT.03 / RW.02, Glodok, Tamansari, RT.3/RW.2, Glodok, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120

 

[Pengertian Vihara seperti yang diuraikan oleh Suwarno (1999) dalam Yoyoh (2008) bahwa pada awalnya pengertian Vihara sangat sederhana, yaitu pondok atau tempat tinggal atau tempat penginapan para bhikku dan bhikkuni, samanera, samaneri. Namun kini pengertian Vihara mulai berkembang, yaitu : Vihara adalah tempat melakukan segala macam bentuk upacara keagamaan menurut keyakinan, kepercayaan dan tradisi agama Buddha, serta tempat umat awam melakukan ibadah atau sembahyang menurut keyakinan, kepercayaan dan tradisi masing-masing baik secara perseorangan maupun berkelompok. Di dalam Vihara terdapat satu atau lebih ruangan untuk penempatan altar.]
Wihara-Dharma-Bakti.jpg

VIHARA DHARMA BAKTI, PETAK SEMBILAN, JAKARTA KOTA TUA

Vihara Dharma Bhakti adalah satu dari 3 vihara tua di Jakarta yang masih berfungsi hingga kini. Lokasinya berada di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Dari ketiga vihara, Dharma Bhakti dikenal sebagai vihara paling tua yang dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa, Kwee Hoen. Pada awal berdirinya, vihara ini dinamakan Koan Im Teng (Paviliun Koan Im).

Dewi Vihara Dharma Bhakti, demikian nama yang tertera jelas di gerbang utama vihara berusia sekira 350 tahun itu. Berada di kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Petak 9, Vihara Dharma Bhakti termasuk vihara besar, menempati lahan seluas 3000 m². Vihara ini menjadi tempat pemujaan bagi para dewa dari golongan Taois, Confucianis maupun Budhis Mahayana.

Capture

Lokasi Vihara Dharma Bakti

Capture1

View dari google earth

AKSES TRANSPORTASI

Untuk menuju ke Petak Sembilan, mudah saja caranya. Misalnya Anda datang dari Jakarta Pusat, semisal Semanggi. Anda cukup menaiki transportasi umum TransJakarta menuju stasiun Kota, di Jakarta. Selanjutnya, Anda turun di stasiun pemberhentian Glodok. Setelah turun di stasiun ini, Anda tinggal menyeberang ke arah Pasar Pancoran atau Pasar Asemka, bukan ke arah Plaza Orion, Glodok. Dari sini Anda sudah mulai menjelajah kawasan Pecinan. Dari gang pertama di sebelah kiri jalan menuju ke pasar Asemka, Anda sudah berada di jalan Kemenangan di mana beberapa kelenteng besar berada. Anda bisa menyusuri jalan ini yang dipenuhi para pedagang beragam barang.

Lebih lengkapnya anda bisa mengakses di klik disini

akses bis.JPG2

Akses menggunakan Bis dari Grand Indonesia

akses kereta

Akses menggunakan rel dari Grand Indonesia

DESKRIPSI BANGUNAN

Masuk dari pintu samping, dimana terdapat kotak burung-burung di kiri pintu masuk. Menurut guide disana, burung-burung tersebut dipercaya bisa menghantarkan do’a dan keinginan kita kepada Sang Pencipta.

Begitu masuk, pandangan pertama yang terlihat yakni seorang bapak dan ibu yang memegang dupa, berdo’a di tengah halaman. Sebuah tempat beribadah berada tepat di hadapan dengan jajaran dupa tertanam dalam gentong di kiri.

Mata selanjutnya mengarah pada lampion-lampion merah yang menjadi warna pilihan di vihara ini.

img_20171020_130508_395-01

Red lampions
Doc by @yesmagi

Pada kanan pintu masuk, terdapat lukisan burung phoenix. Dipercaya sebagai lambang kebajikan tinggi dan rahmat, kekuatan dan kemakmuran (yin yang). Burung ini selalu berenkarnasi, serta dapat hidup selama 500-1461 tahun. Phoenix memiliki warna indah pada tubuh, juga bulu panjangnya. Masyarakat Tionghoa lebih mengenalnya dengan nama Fenghuang, pasangan dari naga yang dikonotasikan sebagai jantan.

a. PEMBAGIAN BANGUNAN VIHARA

terdiri dari empat bagian, yaitu: halaman depan, ruang suci utama, bangunan samping dan bangunan tambahan.

Yang pertama adalah halaman depan yang cukup luas. Halaman ini digunakan untuk upacara keagamaan berlangsung. pada bagian depan halaman terdapat satu atau sepasang patung Cina dan tempat pembakaran kertas / dupa.

imlek1

Yang kedua, adalah ruang suci utama, merupakan bagian utama dari sebuah vihara. Ukuran besar dan kecilnya ruang suci utama ini berbeda pada setiap vihara. Tapi pada umumnya berbentuk segi empat. Di vihara-vihara besar terdapat semacam courtyard ditengahnya yang digunakan sebagai tempat pemasukan cahaya alami, serta menampung air hujan dari atap. Sebuah altar utama terdapat pada dinding belakang ruang suci utama ini. Dewa utama terletak disini. Di depan altar paling tidak terdapat sebuah meja . Kadang-kadang lebih dari satu. Sering juga diapit dengan dua altar samping.

Yang ketiga, adalah bangunan tambahan, bangunan ini sering dibangun kemudian setelah ’ruang suci utama berdiri’. Bahkan tidak jarang dibangun setelah vihara berdiri selama bertahun-tahun. Hal Ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang terus meningkat dari vihara yang bersangkutan.

Yang keempat adalah bangunan samping. Bangunan ini biasanya dipakai untuk menyimpan peralatan yang sering digunakan pada upacara atau perayaan keagamaan.

RUANG MERAH

Diantara merahnya lampion, ada ruang khusus berdo’a dimana segala pinta dan keinginan dilakukan secara khusyu’.

img_20171020_130717_845-01

Dinding berwarna merah dengan ruang do’a yang tidak untuk diambil maupun dipublish gambarnya.
Doc by @yesmagi

Ruang berdo’a tidak bisa difoto. Mengingat orang yang beribadah membutuhkan waktu untuk berdo’a. Beberapa patung dewa-dewi terlihat ketika melangkah masuk.

b. ORGANISASI RUANG

Organisasi ruang pada bangunan ini adalah organisasi ruang terpusat dimana semua kegiatan terpusat di altar utama, sedangkan pola ruang pada vihara adalah radial, spiral karena hampir dalam setiap interaksi akan berakhir di dalam atau di sekeliling ruang utama atau pusat.

img_20171020_150148_199-01

Bagian vihara.
Doc @yesmagi

c. KUALITAS RUANG

•    Interior
Interior ruang vihara didominasi warna merah, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan kayu.
•    Kapasitas ruang
Ruang utama vihara menampilkan pilar-pilar kokoh. Kurang lebih ada sekitar 100 orang pengunjung yang dapat memadati ruang dalam vihara.

1518522393
•    Pencahayaan
Untuk pencahayaan di vihara dharma bhakti terdapat pencahayaan alami di sekeliling bangunan, serta pencahayaan buatan yaitu lilin.
•    Penghawaan
Untuk penghawaan pada vihara dharma bhakti terdapat penghawaan alami yang terdapat bukaan di altar utama. Dalam bangunan juga terdapat penghawaan buatan yaitu blower yang berfungsi untung membuang asap dupa dan asap lilin dari dalam vihara.

d. LANGGAM ARSITEKTUR

ARSITEKTUR CHINA

Arsitektur bangunan China memang memiliki ciri khas tersendiri. Menurut David G. Khol dalam bukunya “Chinese Architecture in The Straits Settlements and Western Malaya” menyebut ciri-ciri arsitektur orang Tionghoa terutama di Asia Tenggara adalah coutyard, penekanan pada bentuk atap yang khas, memiliki elemen struktural yang berbuka, dan penggunaan warna yang khas.

1518522143

Perayaan Imlek

Coutyard atau ruang terbuka pada arsitektur Tionghoa di Indonesia biasanya diganti dengan teras-teras yang cukup lebar. Sedangkan bentuk atap, biasanya paling banyak berbentuk pelana dengan ujung yang melengkung ke atas atau disebut model Ngang Shan.

Elemen struktural, seperti diketahui bahwa orang Tionghoa ahli terhadap kerajinan ragam hias kayu dan konstruksi kayu. Maka elemen yang memperlihatkan ukiran dan ornamen dekoratif sengaja di ekspos.

Penggunaan warna dominan seperti merah dan kuning pada arsitektur Tionghoa terutama klenteng memiliki makna simbolik.

e. CIRI KHAS BANGUNAN VIHARA

a. Warna

Warna pada umumnya:

– Merah (mendominasi bangunan vihara) yang berarti kegembiraan dan bersifat mengundang.

– Emas, berarti tertinggi

b. Interior bercorak budaya Cina
IMG_0842

lukisan burung phoenix. Dipercaya sebagai lambang kebajikan tinggi dan rahmat, kekuatan dan kemakmuran (yin yang).

c. Penonjolan struktur:

Konstruksi atap menggunakan balok kayu, sambungan diekspos / diperlihatkan dengan ukiran yang menggambarkan symbol-simbol tertentu.

d. Suasana ruangan

tempat penyembahan berkesan religious dengan bau asap Hio yang dibakar.

e. Elemen pembentuk ruang

Dinding pada umumnya digambar / direlief berupa dewa-dewa yang disembah atau gambar lain yang mempunyai symbol / makna.

f. Elemen estetika

Terdapat patung-patung hewan yang disimbolkan mempunyai kekuatan penolak bala (patung naga, patung singa dll).


sumber:
  1. http://lensa.fotokita.net/2017/01/menyusuri-jalan-kemenangan/
  2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/50460/Chapter%20II.pdf;jsessionid=F2493B824DC3000D784521866F1E3758?sequence=3
  3. https://ejiebelula.blog/2017/10/20/pecinan-jakarta-doa-dalam-ruang-merah-vihara-dharma-bhakti/
  4. https://arsitektur-unila.blogspot.co.id/2013/04/22-indoor_18.html
  5. https://economy.okezone.com/read/2016/02/04/470/1304657/klenteng-bangunan-arsitektur-khas-tionghoa

KONSERVASI ARSITEKTUR – KOTA TUA JAKARTA

VIHARA DHARMA BAKTI

-KOTA TUA JAKARTA-

Jalan Kemenangan III Petak Sembilan No. 19, RT.03 / RW.02, Glodok, Tamansari, RT.3/RW.2, Glodok, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120

Konservasi merupakan istilah payung bagi semua kegiatan pelestarian pada berbagai tingkat perubahan. Pengertian konservasi adalah segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandung terpelihara baik. Konservasi dapat meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan dan sesual dengan situasi dan kondisi setempat dapat pula mencakup preservasi, restorasi, rekonstruksi,  adaptasi/ revitalisasi dan demolisi
(Sidharta dan Budihardjo, 1998).

Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan /atau kebudayaan melalui proses penetapan (UU No 11 Tahun 2010). Pelestarian terhadap bangunan bersejarah dapat didefinisikan sebagai suatu upaya memelihara dan melindungi suatu peninggalan bersejarah baik berupa artefak, bangunan, kota maupun kawasan bersejarah lainnya. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkannya sesuai dengan fungsi lama atau menerapkan fungsi yang baru untuk membiayai kelangsungan eksistensinya (Akbar dan Wijaya, 2008).

Vihara Dharma Bhakti merupakan salah satu peninggalan kebudayaan yang masih eksis di Ibu Kota. Vihara tersebut juga diyakini bisa menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jakarta.

Kim Tek Ie (Hanzi: 金德院, pinyin: Jin De Yuan) atau Vihara Dharma Bhakti adalah kelenteng tertua di Jakarta, selain Klenteng Ancol.

Klenteng_Kim_Tek_Ie_1925

Vihara Dharma Bakti, 1925

SEJARAH

Klenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1650 dan dinamakan Kwan Im Teng. Kata Kwan Im Teng kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi klenteng.Sebelum Perang Dunia II, kelenteng ini merupakan salah satu dari empat kelenteng besar yang berada di bawah pengelolaan Kong Koan, selain Kelenteng Kuan Im Tong, Kelenteng Ancol, dan Kelenteng Hian Thian Shang Te.

Kelenteng ini dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen dan dinamakan Kwan Im Teng (觀音亭 , Paviliun Guan Yin). Letaknya di Glodok, sebelah barat daya kota.

Menurut sinolog Claudine Salmon, walau tidak ditemukan buktinya, kelenteng ini kemungkinan terbakar dalam peristiwa pembantaian etnis Tionghoa pada tahun 1740.Kelenteng dipugar kembali pada tahun 1755 oleh Kapitan Oei Tji-lo dan diberi nama “Kim Tek Ie”.

Selama abad ke-17 tidak ada informasi yang jelas mengenai Kim Tek Ie.

Pada abad ke-18, seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, Kim Tek Ie dikenal sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang terpenting di Batavia. Setiap pemuja diterima dengan terbuka dan menjadi tempat ibadah yang banyak dikunjungi pejabat-pejabat. Seorang Mayor Tionghoa pernah menyumbangkan dana untuk pemugaran kelenteng.

PENGELOLAAN

Semenjak berdirinya, Kim Tek Ie dikelola oleh sebuah organisasi masyarakat Tionghoa yang dibentuk oleh Belanda.

Setelah tahun 1740, Gubernur Jenderal Von Imhoff (1743-1750) membentuk dewan catatan sipil. Untuk masyarakat Tionghoa Batavia, dibentuklah Kong Koan. Kong Koan mengelola kelenteng-kelenteng besar dan pemakaman Tionghoa. Opsir Dewan Kong Koan ikut menyumbangkan dana untuk kegiatan upacara dan pemugaran. Selain itu, pada tahun 1900-an, Kim Tek Ie tercatat menerima uang sewa dari rumah-rumah yang dibangun di atas tanah milik kelenteng.

Setelah kemerdekaan Indonesia, dukungan terhadap Kong Koan merosot. Ketika lembaga itu bubar, pengelolaan diteruskan oleh Dewan Wihara Indonesia (DEWI). Kelenteng Kim Tek Ie dikelola oleh seseorang yang menjabat Kepala Pedupaan (Lu-zhu) bersama asistennya. Mereka mulai mengambil alih berbagai kegiatan kelenteng, seperti mengumpulkan dana dan penyelenggaraan upacara. Kemungkinan Lu-zhu dipilih dari kalangan pengusaha.

PERUBAHAN NAMA

Sejak peristiwa tahun 1965, terjadi tindakan pemutusan terhadap akar ketionghoaan dan pembauran dengan masyarakat Indonesia dianjurkan kepada orang Tionghoa. Hal yang sama terjadi dengan kelenteng dan kuil yang memiliki nama Tionghoa. Tempat-tempat ini dianjurkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan unsur-unsur Taois yang ada dan menonjolkan sifat Buddhis kelenteng. Nama Sansekerta dipilih oleh lembaga Dewan Wihara Indonesia (DEWI). Nama Kim Tek Ie diubah menjadi Vihara Dharma Bhakti. Nama Indonesia hasil terjemahan adalah Kelenteng Keutamaan Emas.

FESTIVAL DAN PERAYAAN TERKENAL

Kelenteng Kim Tek Ie sejak lama dikenal sebagai pusat perayaan hari-hari raya Tionghoa, antara lain Cioko yang dilaksanakan di halaman kelenteng. Sebelum Perang Dunia II, pada Hari Raya Waisak, diadakan suatu Opera Tionghoa Peranakan dalam Bahasa Indonesia yang ikut diramaikan dengan permainan musik Keroncong.

DEWA DEWI

Kelenteng Kim Tek Ie adalah kelenteng bercorak Buddhis-Taois. Hal ini ditunjukkan dengan tokoh-tokoh kedua kepercayaan yang banyak dipuja di dalam dan di bangunan kelenteng kecil di halamannya, antara lain:

PERISTIWA

2318306-vihara-dharma-bhakti-780x390

patung Dewi Kwan Im yang merupakan patung inti kelenteng berhasil selamat dari kebakaran

“Wihara Dharma Bhakti atau Kelenteng Jin De Yuan dibangun pada tahun 1650. Pada 1 Maret 2015, rumah ibadah tersebut hangus dilalap api. Api diduga berasal dari lilin setinggi 1,5 meter yang jatuh.”

petak-sembilan3

Penyebab kebakaran diduga berasal dari lilin yang jatuh

Pelestarian benda cagar budaya di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, terus dilakukan pemerintah untuk mengejar predikat Situs Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) UNESCO. Salah satunya dengan membangun kembali Wihara Dharma Bhakti, bangunan cagar budaya berusia 411 tahun yang terbakar tahun 2015 lalu.

Karena wihara tersebut masih berada di kawasan Kota Tua, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Sylviana Murni, menyambut baik upaya pengurus Yayasan Wihara Dharma Bhakti membangun kembali bangunan bersejarah itu.

vihara-dharma-bhakti-petak-sembilan-terbakar_20150302_192522

Kondisi Vihara Dharma Bakti saat terbakar

”Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, wihara ini masuk dalam benda cagar budaya. Oleh karena itu, ini harus betul-betul kita lestarikan dan akan kita kawal terus,” ujar Sylviana dalam acara seremoni pembangunan kembali Wihara Dharma Bhakti, Senin.

 


1518522393

Kondisi Vihara Dharma Bakti saat Perayaan Imlek

“Vihara Darma Bakti di Kawasan Petak Sembilan Jakarta Barat menjadi salah satu pusat perayaan Tahun Baru Imlek di Jakarta. Nuansa warna merah terlihat lekat dari berbagai ornamen Imlek seperti lampion, lilin, dan lain-lain. Begitu pun dengan warna busana yang dikenakan oleh para pengunjung vihara.”

Vihara Dharma Bakti di Jalan Kemenangan III Petak Sembilan Nomor 13, Glodok, Jakarta Barat, dipadati umat yang akan melakukan ibadah. Menurut Pengurus Klenteng Kim Tek Le ini, Gunawan Djajatputra, ada puluhan ribu orang yang berkunjung ke klenteng ini mulai dari 14 – 16 Februari 2018. “Ada 20 ribu umat yang ke sini selama tiga hari,” ujar Gunawan kepada VIVA, di lokasi.

Ribuan orang itu datang dari berbagai daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang. Bahkan, ada juga pengunjung dari luar pulau Jawa, seperti Sulawesi. Mereka datang untuk wisata sekaligus sembahyang.

imlek1

Pada perayaan Imlek tahun ini di vihara tersebut agak berbeda.  Tahun sebelumnya, satu orang yang akan ibadah di klenteng itu diberikan 70 dupa yang disediakan pengurus. “Namun, pada tahun ini kita kurangi. Satu orang yang akan ibadah dapat 25 dupa, dua lilin dan juga satu kertas untuk dibakar yang telah dibungkus,” katanya.

1518522143

Suasana Imlek

1518522325

Suasana Imlek

1518522364

Suasana Imlek

Hal itu dilakukan untuk mengurangi munculnya asap ketika orang ibadah di dalam area klenteng. Bahkan, untuk mengantisipasi kebakaran seperti yang terjadi pada 2015 lalu,  pengelola klenteng telah menempatkan lilin besar di belakang klenteng. Selain itu, pengelola mendesain ruangan dengan memasang kipas exhaust agar asap bisa cepat terbuang.

21498d3191a6146e361089bae99c2433

Kue Keranjang, Makanan Khas Imlek

Selain membakar dupa dan memanjatkan doa, umat Tridarma ini juga saling bercengkrama satu sama lain. Perayaan Imlek di Petak Sembilan juga dipadati oleh kehadiran pengemis dadakan yang berkumpul di depan pintu masuk Vihara. Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, di hari Imlek ini pihaknya ikut menjaga perayaan dengan menurunkan Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S).

DESKRIPSI BANGUNAN

Vihara Dharma Bakti yang berlokasi di Petak Sembilan, Glodok, merupakan vihara terbesar dan paling terkenal di Jakarta. Vihara yang berusia kurang lebih 360 tahun ini juga merupakan vihara tertua di ibukota, sehingga bisa dikatakan sebagai vihara utama di hati umat Buddha Jakarta, serta selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Ruang utama Vihara Dharma Bakti memajang altar Dewi Kwan Im, beserta 18 Arhat, Kaisar Langit, Bodhidharma dll. Sedangkan di luar ruang utama terdapat sejumlah kuil kecil untuk memuja dewa.

Di belakang ruang sembahyang, terdapat bangunan baru yang dibangun setelah direnovasi.  “Nanti altar dewa-dewa dipindahkan ke situ semua,” kata Koordinator Pembangunan Yunus Haddinotto.

Yunus menjelaskan, di tempat itu akan dibangun altar utama Dewi Kwam Im seluas 23×7 meter. Di bagian kiri ada altar enam dewa dan di sisi kiri ada altar dua dewa.


sumber:
  1. https://media.neliti.com/media/publications/142901-ID-interaksi-antara-upaya-konservasi-arsite.pdf
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kim_Tek_Ie
  3. https://travel.kompas.com/read/2016/01/20/152400827/Wihara.Dharma.Bakti.Segera.Dibangun.Ulang
  4. https://legaleraindonesia.com/vihara-dharma-bakti-akan-menjadi-pusat-imlek/
  5. https://www.viva.co.id/berita/metro/1007810-rayakan-imlek-umat-padati-vihara-dharma-bhakti-di-glodok
  6. http://www.beritasatu.com/galeri-foto/8463-persiapan-imlek-di-vihara-dhama-bhakti-jakarta
  7. http://sejarahri.com/sejarah-singkat-vihara-dharma-bhakti/
  8. https://www.facebook.com/MetroXinwen/posts/1054742694539105
  9. https://metro.sindonews.com/read/1216654/170/renovasi-vihara-petak-sembilan-dimulai-1498488242

KONSERVASI ARSITEKTUR

KONSERVASI ARSITEKTUR


Pengertian Konservasi

PO2015090300030-20170811084835

 

Fasad Bangunan Cagar Budaya Gedung Kesenian

 

Konservasi arsitektur adalah penyelamatan suatu obyek/bangunan sebagai bentuk apreasiasi pada perjalanan sejarah suatu bangsa, pendidikan dan pembangunan wawasan intelektual bangsa antar generasi.
Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah:
  1. Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  2. Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
  3. (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kimia atau transformasi fisik.
  4. Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  5. Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Theodore Roosevelt (1902) merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. Konservasi yang berasal dari kata conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian tentang upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use).

Pada awalnya konsep konservasi terbatas pada pelestarian bendabenda/monumen bersejarah (biasa disebut preservasi). Namun konsep konservasi tersebut berkembang, sasarannya tidak hanya mencakup monumen, bangunan atau benda bersejarah melainkan pada lingkungan perkotaan yang memiliki nilai sejarah serta kelangkaan yang menjadi dasar bagi suatu tindakan konservasi.

Menurut Sidharta dan Budihardjo (1989), konservasi merupakan suatu upaya untuk melestarikan bangunan atau lingkungan, mengatur penggunaan serta arah perkembangannya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang sedemikian rupa sehingga makna kulturalnya akan dapat tetap terpelihara.

Menurut Danisworo (1991), konservasi merupakan upaya memelihara suatu tempat berupa lahan, kawasan, gedung maupun kelompok gedung termasuk lingkungannya. Di samping itu, tempat yang dikonservasi akan menampilkan makna dari sisi sejarah, budaya, tradisi, keindahan, sosial, ekonomi, fungsional, iklim maupun fisik (Danisworo, 1992). Dari aspek proses disain perkotaan (Shirvani, 1985), konservasi harus memproteksi keberadaan lingkungan dan ruang kota yang merupakan tempat bangunan atau kawasan bersejarah dan juga aktivitasnya.

Konservasi dengan demikian sebenarnya merupakan pula upaya preservasi namun dengan tetap memanfaatkan kegunaan dari suatu tempat untuk menampung/memberi wadah bagi kegiatan yang sama seperti kegiatan asalnya atau bagi kegiatan yang sama sekali baru sehingga dapat membiayai sendiri kelangsungan eksistensinya. Dengan kata lain konservasi suatu tempat merupakan suatu proses daur ulang dari sumber daya tempat tersebut.

Sasaran Konservasi
  • Mengembalikan wajah dari obyek pelestarian.
  • Memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini.
  • Mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu, tercermin dalam obyek pelestarian.
  • Menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota, dalam wujud fisik tiga dimensi Lingkup Kegiatan.

Jenis-Jenis Konservasi

Dalam pelaksanaan konservasi terhadap kawasan/ bangunan cagar budaya, maka ada tindakan-tindakan khusus yang harus dilakukan dalam setiap penanganannya (Burra Charter, 1999), antara lain:

  1. Konservasi yaitu semua kegiatan pemeliharaan suatu tempat sedemikian rupa sehingga mempertahankan nilai kulturalnya
  2. Preservasi adalah mempertahankan bahan dan tempat dalam kondisi eksisting dan memperlambat pelapukan
  3. Restorasi / Rehabilitasi adalah upaya mengembalikan kondisi fisik bangunan seperti sediakala dengan membuang elemen-elemen tambahan serta memasang kembali elemen-elemen orisinil yang telah hilang tanpa menambah bagian baru
  4. Rekonstruksi yaitu mengembalikan sebuah tempat pada keadaan semula sebagaimana yang diketahui dengan menggunakan bahan lama maupun bahan baru dan dibedakan dari restorasi
  5. Adaptasi / Revitalisasi adalah segala upaya untuk mengubah tempat agar dapat digunakan untuk fungsi yang sesuai
  6. Demolisi adalah penghancuran atau perombakan suatu bangunan yang sudah rusak atau membahayakan.

Tabel Jenis Kegiatan dan Tingkat Perubahan

No. Jenis Kegiatan Tingkat Perubahan
Tidak Ada Sedikit Banyak Total
1 Konservasi v v v v
2 Preservasi v
3 Restorasi v v
4 Rekonstruksi v v
5 Adaptasi/Revitalisasi v
6 Demolisi v
Danisworo (Konseptualisasi Gagasan dan Upaya Penanganan Proyek Peremajaan Kota, ITB, 1988)

Ruang Lingkup Konservasi :

Kategori obyek konservasi :

  • Lingkungan Alami (Natural Area)
  • Kota dan Desa (Town and Village)
  • Garis Cakrawala dan Koridor pandang (Skylines and View Corridor)
  •  Kawasan (Districts)
  •  Wajah Jalan (Street-scapes)
  • Bangunan (Buildings)
  • Benda dan Penggalan (Object and Fragments)

Manfaat Konservasi :

  • Memperkaya pengalaman visual
  • Memberi suasana permanen yang menyegarkan
  • Memberi kemanan psikologis
  •  Mewariskan arsitektur
  • Asset komersial dalam kegiatan wisata internasional

100 cagar

Peran Arsitek Dalam Konservasi :

Internal :

  • Meningkatkan kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi.
  • Meningkatkan kemampuan serta penguasaan teknis terhadap jenis-jenis tindakan pemugaran kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse
  • Melakukan penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan.

Eksternal :

  • Memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur.
  • Membantu Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (Urban Design Guidelines)
  • Membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan-bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi arsitekturalnya.
  • Memberikan contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial.

Bangunan Cagar Budaya

Rotaryclub in Hotel Wonosobo_1932

 

Sisa-sisa Peninggalan Hindia Belanda di Wonosobo

 

Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 1999 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Cagar Budaya, bangunan cagar budaya dari segi arsitektur maupun sejarahnya dibagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu :

  1. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan A
  2. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan B
  3. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan C

 

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan A

  1. Bangunan dilarang dibongkar dan atau diubah
  2. Apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya.
  3. Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus menggunakan bahan yang sama / sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan mempertahankan detail ornamen bangunan yang telah ada
  4. Dalam upaya revitalisasi dimungkinkan adanya penyesuaian / perubahan fungsi sesuai rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya
  5. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan B

  1. Bangunan dilarang dibongkar secara sengaja, dan apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya
  2. Pemeliharan dan perawatan bangunan harus dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap, dan warna, serta dengan mempertahankan detail dan ornamen bangunan yang penting.
  3. Dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak mengubah struktur utama bangunan
  4. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan C

  1. Perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan
  2. Detail ornamen dan bahan bangunan disesuaikan dengan arsitektur bangunan disekitarnya dalam keserasian lingkungan
  3. Penambahan Bangunan di dalam perpetakan atau persil hanya dapat dilakukan di belakang bangunan cagar budaya yang harus sesuai dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan
  4. Fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan rencana Kota

Kriteria dan Tolak Ukur Bangunan Pemugaran

  1. Nilai sejarah
  2. Usia / Umur Lingkungan
  3. Keaslian
  4. Kelangkaan
  5. Tengeran / Landmark
  6. Arsitektur

Contoh bangunan konservasi di Jakarta (Kota Tua Jakarta)

VIHARA DHARMA BAKTI

800px-Klenteng_Jin_De_Yuan,_Glodok,_Jakarta

 

Vihara Dharma Bakti, 2008

 

Lokasi : Jalan Kemenangan III Petak Sembilan No. 19, RT.03 / RW.02, Glodok, Tamansari, RT.3/RW.2, Glodok, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120

Kim Tek Ie (Hanzi: 金德院, pinyin: Jin De Yuan) atau Vihara Dharma Bhakti adalah kelenteng tertua di Jakarta, selain Klenteng Ancol.

Klenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1650 dan dinamakan Kwan Im Teng. Kata Kwan Im Teng kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi klenteng.Sebelum Perang Dunia II, kelenteng ini merupakan salah satu dari empat kelenteng besar yang berada di bawah pengelolaan Kong Koan, selain Kelenteng Kuan Im Tong, Kelenteng Ancol, dan Kelenteng Hian Thian Shang Te.

Klenteng_Kim_Tek_Ie_1925

 

Vihara Dharma Bakti, 1925

 

Kelenteng Kim Tek Ie sejak lama dikenal sebagai pusat perayaan hari-hari raya Tionghoa, antara lain Cioko yang dilaksanakan di halaman kelenteng. Sebelum Perang Dunia II, pada Hari Raya Waisak, diadakan suatu Opera Tionghoa Peranakan dalam Bahasa Indonesia yang ikut diramaikan dengan permainan musik Keroncong.

FESTIVAL DAN PERAYAAN TERKENAL

Kelenteng Kim Tek Ie sejak lama dikenal sebagai pusat perayaan hari-hari raya Tionghoa, antara lain Cioko yang dilaksanakan di halaman kelenteng. Sebelum Perang Dunia II, pada Hari Raya Waisak, diadakan suatu Opera Tionghoa Peranakan dalam Bahasa Indonesia yang ikut diramaikan dengan permainan musik Keroncong.

imlek1

Warga Keturunan Tionghoa Beribadah di Vihara Dharma Bakti

chinese-dance-indonesia-b707-640x360-00010

Masukkan keterangan


sumber:
  1. https://winnerfirmansyah.wordpress.com/category/konservasi-arsitektur/
  2. https://finifio.wordpress.com/2016/06/04/apa-itu-konservasi-arsitektur/
  3. koentjoro7.blogspot.com/2013/04/pengertian-konservasi-arsitektur.html
  4. urbanpages.wordpress.com/pelaksanaan-konservasi-dalam-arsitektur/
  5. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/49557/4/Chapter%20II.pdf
  6. santacroceopera.it/en/ArchitetturaEArte_Restauri.aspx
  7. https://wikimelo.wordpress.com/2016/08/04/pengertian-konservasi-arsitektur/
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
  9. http://ocw.gunadarma.ac.id/course/civil-and-planning-engineering/study-program-of-architectural-engineering-s1/konservasi-arsitektur/pengertian-konservasi
  10. https://id.wikipedia.org/wiki/Kim_Tek_Ie

 

PENAFSIRAN GREEN ARCHITECTURE PADA PERPUSTAKAAN PUSAT UI

Conserving Energy atau cara mendesain bangunan yang mampu memodifikasi iklim dan beradaptasi dengan lingkungan merupakan salah satu prinsip dari penerapan green architecture menurut Brenda dan Robert Vale, 1991 dalam Green Architecture Design for Sustainable Future.

Konsep green architecture merupakan langkah untuk meminimalisir perusakan alam dan lingkungan dimana mereka tinggal. Seperti yang telah diungkapkan oleh Tri Harso Karyono mengenai green architecture, atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalah arsitektur  yang minim mengonsumsi sumber daya alam, termasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

uiu

Perpustakaan pusat di Universitas Indonesia mendukung konsep bangunan ramah lingkungan. Perpustakaan ini dinamakan “the crystal knowledge” yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna dalam berkegiatan dan menjadi inovasi perpustakaan yang mampu beradaptasi dengan iklim dan lingkungan. Bangunan ini di desain menyerupai Kristal, dengan massa bangunan yang mencuat seperti tak beraturan dan  beratap tanaman rumput yang hijau. Bangunan ini juga menyimpan dan menghasilkan kristalisasi dari ilmu, berupa buku-buku yang bermanfaat.

Konsentrasi sebagai bangunan arsitektur yang ramah lingkungan merupakan salah satu upaya untuk ikut berkontribusi menahan laju pemanasan global dengan mempraktikkan green architecture. Green architecture itu sendiri diartikan tentang bagaimana cara mewujudkan keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Seperti menyiasati penggunaan energy, air dan sumber daya lain, mengurangi limbah dan polusi. Alasan itulah yang memutuskan konsep ramah lingkungan diterapkan pada perpustakaan pusat UI.

Lokasi bangunan tersebut berada di area kampus Universitas Indonesia dengan pemandangan tepi danau. Tepi danau dijadikan sebagai point of view karena danau memberikan suasana yang asri, tenang dan damai yang dapat meningkatkan konsentrasi serta mood saat belajar. Dibangun di dalam lahan yang luas, gedung Perpustakaan ini tetap mempertahankan pepohonan besar sebagai pemandangan hijau, juga untuk memberikan kesadaran akan lingkungan.

Pada bangunan delapan lantai ini, pemilihan material menjadi sangat penting. Dengan memperhatikan bangunan hemat energy, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan dan material lingkungan. Pemilihan material dilihat dari sisi teknologi dan penggunaan, yaitu dengan meminimalkan penggunaan material kayu, batu alam, dan memilih penggunaan lampu hemat energy.

SONY DSC
 Tampak fasad bangunan pada sore hari

Eksteriornya pun di desain dengan banyak jendela. Dengan memaksimalkan pencahayaan alami melalui beberapa skylight, memungkinkan untuk mengurangi konsumsi energy listrik. Sedangkan dinding bangunannya terbuat dari batu dan kaca yang berisi tulisan atau huruf dari seluruh dunia semakin memberikan keindahan dari penerapan konsep dan gaya green architecture. Untuk bahan batuan ini menggunakan batu alam andesit yang bersifat bebas pemeliharaan dan tidak perlu dicat.

Bahkan air hujan pun menjadi bagian dari penerapan konsep ramah lingkungan, yaitu dengan mendaur ulang air hujan untuk menjaga lingkungan tetap hijau. Tak hanya itu, air limbah disekitar pun ikut didaur ulang.

ui

Sementara rumput yang ditanami di bagian atap bangunan memberikan kesan natural dan menyatu dengan alam. Diantara punggung rerumputan terdapat jaringan selokan untuk mengalirkan air hujan ke tanah resapan. Rerumputan yang berguna sebagai pendingin suhu ruangan ini juga mampu mereduksi suhu ruangan di dalamnya. Sehingga tidak lagi diperlukan alat pendingin udara.

Tidak hanya mementingkan desain ramah lingkungan saja, tapi dibalik semua keunikan yang ada bangunan perpustakaan ini juga melengkapi kebutuhan penggunanya dengan membuat ruang internet, ruang musik dan tv, restoran dan kafe, pusat pertemuan, ruang pameran, toko cinderamata, toko buku dan bank.

Bangunan perpustakaan ini mampu menjawab isu permasalahan lingkungan dengan cara penerapannya di dunia nyata. Berbagai metode diaplikasikan untuk mendukung konsep ramah lingkungan, namun tetap tidak mengurangi estetika dan fungsi dari bangunan tersebut. Dalam penggunaannya, bangunan ini tidak hanya menjadi wadah atau sarana beraktivitas tapi juga mampu memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.


 

Gagasan pokok
  1. Konsep green achitecture merupakan arsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam sehingga dapat meminimalisir perusakan alam dan lingkungan.
  2. Perpustakaan pusat UI didesain dengan massa bangunan yang mencuat tak beraturan dan beratap tanaman rumput yang hijau untuk mendukung konsep bangunan ramah lingkungan.
  3. Perpustakaan pusat UI memraktikkan green architecture dengan menyiasati penggunaan energi, air dan sumber daya lain serta mengurangi limbah dan polusi.
  4. Tepi danau dan pepohonan besar sebagai pemandangan hijau merupakan point of view untuk memberikan kesadaran akan lingkungan.
  5. Pemilihan material diperhatikan dengan meminimalkan penggunaan material kayu, batu alam dan memilih untuk menggunakan lampu hemat energi.
  6. Skylight, dinding bangunan dari batu alam andesit dan kaca, diaplikasikan sebagai penerapan konsep dan gaya greeen architecture.
  7. Air hujan yang didaur ulang menjadi bagian dari penerapan konsep ramah lingkungan.
  8. Rumput yang ditanami di bagian atap bangunan mampu mereduksi suhu ruangan di dalamnya.
  9. Selain desain ramah lingkungan, kebutuhan pengguna dipenuhi dengan fasilitas internet, ruang musik dan tv, restoran dan kafe dan sebagainya.
  10. Bangunan perpustakaan UI menjawab isu permasalahan lingkungan dengan menerapkan metode-metode konsep green architecture tanpa mengurangi estetika dan fungsi dari bangunan tersebut.

 



Daftar Pustaka:
  1. http://ndyteen.blogspot.co.id/2012/07/green-architecture-arsitektur-hijau.html
  2. https://sabilafatimah.wordpress.com/2016/10/08/perpustakaan-ui-yang-menjadi-contoh-bangunan-arsitektur-ramah-lingkungan/

 

Studi Ekskursi (10) – Burj Khalifa Interior

 

gituaja.com-7-Mall-terbesar-di-dunia-4__-1024x683

Arsitektur

Arsitekturnya memiliki footprint triple-lobed, sebuah abstraksi dari bunga Hymenocallis. Menara ini terdiri dari tiga elemen yang disusun mengelilingi inti pusat. Struktur modular berbentuk Y, dengan kemunduran di sepanjang masing-masing tiga sayapnya memberikan konfigurasi yang stabil untuk struktur dan menyediakan pelat lantai yang baik untuk perumahan. Dua puluh enam tingkat heliks menurunkan penampang menara secara bertahap karena spiral ke atas.

Inti pusat muncul di puncak dan berujung pada puncak menara terpahat. Rencana lantai berbentuk Y memaksimalkan pandangan Teluk Arab. Dilihat dari dasar atau udara, Burj Khalifa menggugah kubah bawang yang lazim dalam arsitektur Islam.

INTERIOR

Desain interior area publik Burj Khalifa juga dilakukan oleh kantor Chicago Skidmore, Owings & Merrill LLP dan dipimpin oleh perancang pemenang penghargaan Nada Andric. Ini fitur kaca, stainless steel dan batu-batu gelap yang dipoles, bersama dengan lantai travertine perak, dinding plester Venesia, karpet buatan tangan dan lantai batu.Interiornya terinspirasi oleh budaya lokal sambil tetap memperhatikan status bangunan sebagai ikon global dan tempat tinggal.

 
Terdapat dua observation deck yang bisa dikunjungi atau difungsikan sebagai area publik untuk wisata. Yaitu terletak pada lantai 148 dan lantai 125. Dari ketinggian ini, pengunjung disuguhkan pemandangan seluruh kota Dubai dengan sangat cantik dan elegan.
AT THE TOP, BURJ KHALIFA SKY EXPERIENCE
Melonjak tinggi di 555 meter, At The Top, SKY Burj Khalifa pantas menjadi tujuan paling ikonik Dubai. Bersiaplah untuk menikmati akses eksklusif ke observatorium luar ruangan tertinggi di dunia, tersebar di tingkat 148 dan 125 Burj Khalifa. Perjalanan Anda dimulai saat Anda masuk ke At the Top, lounge Khyifa SKY, dari tempat Anda akan dikawal secara pribadi ke lift khusus. Di dalam, perhatikan dengan takjub karena proyeksi yang dirancang khusus memberi Anda perasaan terbang di atas tengara global saat Anda naik ke Level 125.
Level 148
Lift khusus membawa Anda ke pengalaman mahkota. Pada 555 meter, Anda sekarang dapat mengakses dek observasi luar ruangan tertinggi di dunia dan nikmati pemandangan menakjubkan seperti berjemur di lounge mewah kami. Saksikan konsep perintis dalam pengalaman interaktif dengan layar seukuran yang menyelimuti Anda saat Anda menjelajahi berbagai sudut Emirat.
Saat Anda turun dengan lembut ke permukaan tanah, sebuah pameran baru memungkinkan Anda menghidupkan kembali bangunan bersejarah Burj Khalifa. Stasiun khusus membawa Anda ke balik layar di mana Anda dapat mendengarkan testimoni ‘People Behind Burj’, memberi Anda wawasan tentang setiap aspek dari interior dan lansekap pada desain dan arsitektur.
Level 125
Pada ketinggian 456 meter di atas permukaan tanah, dan satu tingkat di atas Observatorium Atas, Level 125 menawarkan dek yang luas untuk menikmati pemandangan menakjubkan 360 derajat kota. Tingkat ini juga merupakan salah satu atraksi terbaru kami, Dubai – A Falcon’s Eye View yang memungkinkan Anda menjelajahi kota dari perspektif yang unik. Nikmati perhatian pribadi dari Duta Tamu Pelajari hal-hal sepele yang menyenangkan tentang Burj Khalifa dan cakrawala Dubai Tangkap momen Burj Khalifa Anda selamanya dan integrasikan kenyataan dan efek spesial dengan fotografi layar hijau Lihatlah tujuan terkemuka di Dubai melalui Dubai – pengalaman Eye View dari Falcon.
Level 124
Mulailah pendakian vertikal Anda ke dek observasi di lift dengan kecepatan tinggi, berjalan sejauh 10 meter per detik. Saat pintu terbuka, dinding kaca dari lantai ke langit-langit memberikan pandangan 360 derajat pemandangan kota, gurun dan samudra yang tak terhalang. Pada malam hari, lampu dan bintang berkilau bersaing untuk mendapatkan perhatian Anda.
Di lantai tersebut juga terdapat toko souvenir untuk mendapatkan kenang-kenangan unik dari kunjungan ke Burj Khalifa.
Terdapat pula teleskop canggih dengan fungsionalitas yang dalam, terletak di kedua, tingkat 124 dan 125, menawarkan pemandangan panorama selama siang atau malam hari. Teleskop ini dilengkapi kamera full HD dengan zoom tinggi dan diperkenalkan di observatorium manapun di seluruh dunia untuk pertama kalinya. Dengan layar ruggedized multi-touch 22 inci high-end, pandangannya tak tertandingi dengan beberapa fitur baru yang menakjubkan yang akan ditambahkan dalam waktu dekat.
Baru-baru ini, sebuah daya tarik baru telah ditambahkan ke pengalaman At the Top: Penerbangan spiral baru yang menghubungkan Level 124 dan Level 125. Penerbangan spiral, dengan 36 langkah di pohon ek putih dan membentang sepanjang 100 meter, dihiasi dengan sebuah Lampu kristal kristal, dan ditutupi kaca berpola fasad yang terbuka untuk pemandangan kota yang gemilang.
The On the Top, tur Burj Khalifa biasanya berlangsung 1,5 jam. Namun, Anda bisa bertahan selama Anda mau sebelum melakukan perjalanan pulang ke markas Burj Khalifa. Anda akan mendapatkan apresiasi penuh dari keajaiban arsitektur ini dan pemahaman yang lebih dalam mengenai visi Dubai yang luar biasa.
8124291718_c177db7e58

Lift Burj Khalifa

IMG20170517171929

View dari Level 125 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Dubai_170605_0504

IMG20170517172852

View sebelum sunset (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

IMG20170517174037

Struktur yang terekspos dari dalam Burj Khalifa (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

IMG20170517174226

People behind Burj Khalifa (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

LAPISAN LANTAI BURJ KHALIFA

160 ke atas

Ini adalah sedikit teknis, atau lonjakan. Sedikit yang benar-benar membuat menara Dubai kita yang terbesar di dunia

156-159 
Inilah sedikit yang menjadi tempat pusat komunikasi dan penyiaran menara – lantai tempat keajaiban terjadi, demikian juga untuk berbicara.

155
Ini adalah jenis episentrum mekanis menara. Ini juga merupakan titik mekanik tertinggi menara.

139-154
Lantai ini terdiri dari bit mewah, atau ‘Corporate Suites’, karena mereka dikenal secara resmi. Anda bahkan mungkin cukup beruntung untuk bekerja di sini di masa depan.

136-138
Lantai ini penuh potongan dan potongan mekanis.

125-135
Lebih dari ‘Corporate Suites’ mewah yang kami kunjungi sebelumnya. Bagus.

124
Ini adalah bagian atas resmi. Ini disebut ‘At The Top’ meski tidak. Kami tidak begitu yakin mengapa.

123
Lantai ini adalah Sky Lobby tertinggi. Siapkan pemandangan Dubai terbaik yang pernah Anda lihat.


122
Lantai ini adalah rumah bagi atmosfer. Tempat lain yang ingin Anda ketahui dalam beberapa bulan mendatang.

111-121
Suite korporat lainnya

109-110
Lebih banyak barang mekanis

77-108
Lantai ini adalah tempat beberapa orang beruntung dan beruntung bisa hidup. Kami tidak cemburu, banyak.

76
Lantai ini menampung Lobby Langit yang lain untuk dilihat. Sempurna jika Anda tidak cukup berani untuk melangkah lebih jauh.

73-75
Lebih banyak barang mekanis

44-72
Lebih banyak tempat tinggal untuk beberapa orang beruntung

43
Lobi langit lainnya


40-42
Lebih banyak barang mekanis

38-39
Lantai ini termasuk dalam suite Armani Hotel

19-37
Lebih banyak tempat tinggal untuk beberapa orang beruntung

17-18
Lebih banyak barang mekanis

9-16
Armani Residences

1-8
Hotel Armani

Tanah
Hotel Armani

Konkret
Hotel Armani

B1-B2
Parkir, mekanik

 

sumber:
  1. http://www.burjkhalifa.ae/en/observation/
  2. http://www.timeoutdubai.com/knowledge/features/12614-inside-the-burj-khalifa-tower
  3. http://www.burjkhalifa.ae/en/the-tower/design.aspx

Studi Ekskursi (9) – Burj Khalifa Landscape

1295984842d3hVXR

Project – Burj Khalifa
Landscape Architect: SWA Group
Location – Dubai, UAE
Completed – 2011
Area – 11 Hectares

Ketika Burj Khalifa dibuka, perhatian internasional terfokus pada penampakan kota neo-Emerald di gurun Dubai. Bentuknya yang tinggi dan statusnya sebagai bangunan tertinggi di dunia sangat cocok pada bentuknya yang elegan menembus langit, seperti jarum, di cakrawala Timur Tengah. Gedung setinggi 2.717 kaki itu dirancang oleh kantor Chicago Skidmore Owings & Merrill (SOM).

Landscape geometris dan bercorak rumit di dasarnya adalah karya John Wong, managing principal dan chairman of the board di SWA Group di Sausalito, Calif.

2011-02-23-burj5

Pemandangan dari atas

“Saya memiliki kesempatan untuk naik ke puncak gedung dan melihat ke bawah pada semuanya,” kata George Efstathiou, berkonsultasi dengan rekan di SOM dan salah satu arsitek utama proyek tersebut. “Sulit melihat bangunan itu dari jarak setengah mil, tapi menarik untuk melihat geometri dalam pola lanskap dan hardscape.”

Solusi dari Wong adalah membuat jaringan ikat yang membahas tiga cabang pada bangunannya, juga saling berkesinambungan dengan lingkungan sekitar dan kota. Taman seluas 27-acre juga mampu mencapai danau dangkal di dekatnya yang sejauh 2.2mil, dekat dengan Michigan Avenue-style boulevard.

2011-02-23-burj4

“Burj telah menjadi titik fokus utama di kota ini,” kata Wong. “Orang-orang pergi dan menghabiskan sepanjang hari di sana untuk berbelanja, bekerja dan dihibur.”

Wong dengan hati-hati menangani kebutuhan khusus pada setiap pintu masuk menuju ke dalam pencakar langit, diantaranya untuk Armani Hotel, Condominium, dan Kantor. tapi begitu tamu tiba, Wong menyediakan orientasi pejalan kaki satu jenis. Ujung satu pintu masuk ke danau, satu lagi ke mal dan yang ketiga, ke Boulevard Emaar dengan allees of palms dan enam jalur lalu lintas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Sangat sederhana, kami ingin membuat setting seperti taman untuk menara,” kata Wong. “Ada teras yang turun ke danau, tempat kami mencoba menciptakan oasis yang sejuk, karena lingkungannya sangat panas – enam bulan di luar tahun, berada di atas 100 derajat. Ini memberi Anda perasaan dingin yang menyenangkan dalam iklim yang sangat panas. “

Dia menciptakan serangkaian ruang tamu luar yang menyegarkan untuk dinikmati para tamu hotel, pekerja kantor dan pemilik kondominium, sambil memberikan batasan di antara ketiga kelompok tersebut. Sebuah teras besar menawarkan fitur air – serangkaian air mancur – yang menciptakan pemisahan halus antara balkon umum dan pintu masuk hotel.

Paletnya yang sejuk dan hitam dari granit melintang ke bentang alam, yang terdiri dari serangkaian band tanaman gurun asli yang rimbun dalam berbagai nuansa sayuran hijau. Mereka disiram oleh sistem irigasi yang dengan cerdik menggunakan air abu-abu dari pendingin ruangan menara. Lima belas juta galon air per tahun dari kondensasi interior memberikan lima puluh persen kebutuhan tanaman.

2011-02-23-burg1

Wong mengambil isyarat dari bentuk bangunan, yang merupakan metafora untuk bunga padang pasir. Dalam desain berpotongannya adalah serangkaian kelopak bunga khas yang mencerminkan menara di atas, dengan busur yang konsentris dan memancar dan garis silang.

Burj-Khalifa-garden-by-swa-landscape-architecture-10

Burj-Khalifa-garden-by-swa-landscape-architecture-12

Landscape pada Burj Khalifa merupakan inovasi dari pusat dunia yang baru. Menggunakan materil dan elemen disain yang berasal dari konteks- oasis yang hijau, telapak tangan agung, dan imej dari kebudayaan islam- Landscape menerapkan ruang yang megah dan intim, hard dan soft, saling terhubung dan individual. Dari Tower Park terlihat menara tertinggi di dunia ke Boulevar Emaar yang menyaingi jalanan paling terkenal di dunia, pemandangan pusat kota Burj Khalifa yang menyambut pengunjung ke tempat tujuan perkotaan baru yang hijau, teduh dan penuh dengan kegembiraan.

sumber:
  1. http://www.landezine.com/index.php/2012/02/burj-khalifa-landscape-architecture/
  2. http://www.huffingtonpost.com/j-michael-welton/landscaping-the-burj-khal_b_827414.html
  3. photo by Tom Fox

Studi Ekskursi (8) – Burj Khalifa View From Top

Melancong ke Dubai belum lengkap tanpa mengunjungi gedung tertinggi di dunia. Dalam perjalanan ke atas gedung, Anda akan disuguhi hiburan dan pendidikan dengan menyaksikan presentasi multimedia tentang sejarah Dubai yang eksotis dan pembangunan Burj Khalifa.

Setelah mendaki setinggi 450 meter ke dek pengamatan At The Top melalui lift berkecepatan tinggi, Anda akan mendapati pemandangan kota, gurun pasir dan laut yang luar biasa. Anda juga dapat berjalan di atas ruangan yang terbuat dari kaca atau menikmati teras terbuka, yang menyediakan teleskop digital yang menyajikan perjalanan waktu virtual untuk menyaksikan pemandangan masa lalu dan masa depan.

Burj Khalifa memiliki fasilitas, ‘At The Top SKY’, yang menjadi pemegang rekor saat ini untuk dek observasi tertinggi di dunia, berada di lantai 148 pada ketinggian 1.812 kaki.

At The Top juga memiliki dek tingkat rendah yang menawarkan pemandangan Kota Dubai hingga 360 derajat dan lounge premium bintang lima bagi pengunjung.

1_2_3_at-the-top_05_thumb

21

22038681-DUBAI-UAE-JUNE-7-View-of-the-city-from-the-observation-deck-Burj-Khalifa-the-highest-building-in-the-Stock-Photo

7538052764_49550c987dgituaja.com-7-Mall-terbesar-di-dunia-4__-1024x683

pict_md_dnBdYHFnYWU1ODI6PjkoYH53YGJicCs4enp9NGZvb2lODlJBXkZEUUlOBR0ZHghcRkhADgUNBwUMF01YSA==

View-from-the-observation-deck-of-Burj-Khalifa-in-Dubai

sumber:

  1. http://foto.kompas.com/photo/detail/2017/05/22/1495444035-e6dc1e88-121/1/Mengintip-Keindahan-Kota-Dubai-dari-Atas-Burj-Khalifa
  2. https://www.visitdubai.com/id/pois/at-the-top

Studi Ekskursi (7) – Burj Khalifa Proses Pembangunan

Menara-Burj-Khalifa-Dubai

Burj Dubai awalnya merupakan perkantoran, namun disamping menjadi perkantoran Burj Bubai juga menjadi hotel dan apartment dengan daya tampung 900 orang. Salah satu tenant pertama Burj Dubai adalah Georgio Armani yang membuka Hotel Armani pertama di dunia di sana dengan 160 kamar dan Armani Residences sebanyak 144 kamar apartemen. Burg Dubai juga mengoperasikan lift tertinggi dan tercepat di Dunia dengan kecepatan 60 Km/Jam atau 16,7 meter perdetik.

Fasilitas Burj Dubai super lengkap. Ada 4 lantai yang khusus untuk sarana kebugaran dan wisata. ada klub cerutu. Restoran di Lantai 122 . Dilengkapi juga teropong tertinggi di dunia di lantai 124 pada ketinggian 442 meter plus layar digital untuk melihat pemandangan Kota Dubai. Namun, Anda benar benar tidak bisa sampai di puncak gedung ini karena lantai yang bisa dihuni hanya sampai ketinggian 636 m.

Konsep Desain

Desain Burj Khalifa berasal dari pola sistem yang terkandung dalam arsitektur Islam. Menurut insinyur struktur, Bill Baker dari SOM, desain bangunan menggabungkan unsur budaya dan sejarah tertentu ke wilayah tersebut. Sang arsitek, Adrian Smith, mengatakan jejak lobed tiga bangunan diilhami oleh bunga Hymenocallis. Menara ini terdiri dari tiga unsur yang disusun di sekitar inti pusat. Sebagai menara yang menaik dari dasar gurun datar, kemunduran terjadi pada setiap elemen dalam pola spiral, mengurangi penampang menara saat mencapai ke arah langit. Ada 27 teras di Burj Khalifa. Di bagian atas, inti pusat muncul dan membentuk sebuah puncak menara.

Proses Pembangunan Burj Khalifa

 
1. Menara ini akan berdiri di atas pondasi frame-tebal 3,7 juta segitiga didukung oleh 192 tumpukan baja bulat atau dukungan silinder dengan diameter 1.5m dan kedalaman 50m (164 ft) di bawah tanah.
2. Kekuatan tinggi beton digunakan untuk membantu mencapai stabilitas pada struktur ultra-tinggi. Burj Khalifa dirancang untuk menahan gempa berukuran sampai dengan enam skala Richter. Ini juga memungkinkan akan terus stabil selama angin parah hingga 55m per detik.
3. Untuk memastikan stabilitas struktural dari Burj Khalifa selama konstruksi, gerakan menara vertikal dan lateral dilacak dengan bantuan sistem penentuan posisi berbasis satelit global. Selama konstruksi, setiap perubahan dalam distribusi beban bangunan erat dimonitor secara real time melalui penggunaan lebih dari 700 sensor tertanam dalam strukturnya.
4. Pembuatan Burj Khalifa pada dasarnya adalah pengulangan dari suatu jadwal produksi tiga hari yang melibatkan instalasi bala bantuan baja, menuang beton, dan sebagainya. Di sini, segmen baja telah berkumpul di area pementasan di tanah sebelum diangkat ke daerah memperbaiki di langit saat konstruksi berlangsung.
5. Pada hari kedua dari siklus konstruksi tiga hari, bentuk yang menciptakan struktur interior di lantai tertentu diatur ke posisi sementara pintu bukaan dan dukungan balok baja terpasang juga. Beton pada hari berikutnya akan dituangkan ke dalam bentuk dan kemudian, pada ke lantai berikutnya.
6. Di lantai paling atas Burj Khalifa, tiga crane tower raksasa telah dipasang untuk mengangkat sejumlah besar bahan bangunan dengan cepat di mana mereka dibutuhkan.
7. Tiga pompa tekanan tinggi di lokasi Burj Khalifa untuk mengangkut beton sampai dengan awak kerja konstruksi di ketinggian belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangannya adalah untuk mengirim beton kekuatan tinggi sampai dengan ketinggian 570m tanpa kehilangan daya tahan dasar atau konsistensi.
8. Untuk memastikan Burj Khalifa adalah yang tertinggi di planet ini, menara ini atasnya dengan struktur spiral yang memanjang dari tanda 700 meter. Untuk mendapatkan itu di sana, blok untuk dasar spiral sebenarnya berkumpul di dalam gedung. Kemudian, pipa puncak menara diangkat oleh jack hidrolik dengan bantuan kabel baja.
Burj Khalifa dirancang dengan empat tempat penampungan pengungsian setiap 30 lantai dalam keadaan darurat seperti kebakaran atau serangan teroris. Juga, di samping 54 lift kecepatan tinggi, lift darurat terpisah tengah dipasang dengan cepat dan aman mengevakuasi penghuni terletak pada tingkat lebih tinggi.
9. Finish
sumber:
  1. http://koaladigital.blogspot.com/2015/01/burj-khalifa-gedung-tertinggi-di-dunia.html
  2. http://hanssimorangkir.blogspot.com/2013/12/burj-khalifa.html

Studi Ekskursi (6) – Burj Khalifa Struktur

1295984842d3hVXR
Burj Khalifa yang dikenal sebagai Burj Dubai, adalah gedung pencakar langit (skyscraper) terletak di Dubai, Uni Emirat Arab, dan sekarang sebagai gedung buatan manusia tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter (2,717 ft). Konstruksinya dimulai sejak 21 September 2004, dan selesai termasuk eksteriornya pada tanggal 1 Oktober 2009.


Arsitektur dan engineeringnya dikerjakan oleh Skidmore, Owings, and Merril dari Chicago, dengan kepala arsiteknya Adrian Smith dan Bill Baker sebagai chief structural engineer. Kontraktor utamanya adalah Samsung C&T Korea Selatan. Total biaya pembangunannya sekitar US $1.5 milyar

Burj Khalifa adalah bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Dimulai dari melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di dunia pada 21 Juli 2007. Pada tanggal 12 September 2007, Burj Khalifa berhasil melewati ketinggian CN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia dan pada tanggal 7 April 2008 struktur tertinggi di dunia dari Menara KVLY-TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat berhasil dilewati. Struktur tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia, Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974 (namun runtuh pada saat renovasi pada 1991) berhasil dilewati pada 1 September 2008

Konstruksi Burj Khalifa

Burj Khalifa ini dibangun oleh Perusahaan Korea Selatan, Samsung Engineering & Construction, yang juga mengerjakan Menara Kembar Petronas dan Menara Taipei 101. Samsung Engineering & Construction membangun Burj Khalifa bersama-sama (joint operation) dengan Besix dari Negeri Belgia dan Arabtec dari UAE.

architecture-of-burj-khalifa

Sistem Struktur Buttressed Core pada Gedung Burj Khalifa, Bubai. 828 meter

Di bawah hukum UAE, Kontraktor dan Engingeer, Hyder Consulting, bersama-sama bertanggungjawab untuk pembangunan Burj Khalifa
Struktur utama Burj Khalifa dibuat dari beton bertulang. Lebih dari 45,000 m3 beton digunakan, dengan berat lebih dari 110,000 ton untuk sistem pondasinya. Pondasi menggunakan pile cap yang didukung dengan 192 tiang (piles), dengan diameter tiang sebesar 1.5 meter dengan kedalaman lebih dari 50 meter. Konstruksi Burj Khalifa menggunakan 330.000 m3 beton dan 55.000 ton besi beton. Pelaksanaan konstruksinya menghabiskan 22 juta jam kerja (man-hours) Pada pondasi digunakan beton mutu tinggi dengan permeability yang rendah. Sistem cathodic protection digunakan untuk menghindari korosi besi beton dari pengaruh air tanah. Pada bulan Mei 2008 beton yang dapat dipompa sampai ketinggian 606 meter (lantai 156) telah mencapai rekor dunia. Untuk mencapai ketinggian tersebut digunakan concrete pump khusus.
Konsistensi beton yang digunakan pada proyek ini sangatlah penting. Sangatlah sulit menciptakan beton yang dapat dialirkan sampai ketinggian 600 meter dan juga harus dapat menyesuaikan dengan temperatur udara tinggi ( dapat mencapai 50 derajat Celcius ). Untuk mengatasi kondisi ini, beton tidak dicor pada siang hari. Selama musim panas, pembuatan beton dilakukan dengan menambahkan es ke dalam campuran dan di cor pada malam hari, pada saat udara dingin.
burj-plan-structure

Pemodelan Gedung Burj Khalifa dengan ETABS v8.4

W.F. Baker pada Burj Khalifa dikenal akan ide dan pengembangan sistem struktur “buttressed core” yang belum pernah ada dipakai pada gedung tinggi sebelumnya. Untuk mewujudkan bangunan tertinggi, arsitek dan insinyur SOM, Chicago memakai prinsip geometri organik triaksial yang bertumbuh secara spiral (lihat Gambar 80). Untuk itu perlu sistem struktur baru, yang dinamakan ”buttressed core”, terdiri dari dinding beton mutu tinggi membentuk tiga sayap yang saling menopang satu sama lain melalui enam sisi core tengah atau hub hexagonal. Idenya sederhana, core beton menghasilkan kekakuan torsi, sekaligus pelindung elevator. Tiga sayap menopang core beton terhadap angin. Untuk menghasilkan satu kesatuan diberikan outriggers di setiap ketinggian tertentu. Hasilnya denah berbentuk Y, yang ternyata ideal sekali untuk bangunan resident dan hotel, karena memberikan keleluasaan pemandangan luar yang terbaik.

 

sumber:
  1. http://www.perencanaanstruktur.com/2012/07/william-f.html
  2. http://civilengineerbali.blogspot.com/2011/03/skyscraper-burj-dubai-atau-burj-khalifa.html

Studi Ekskursi (5) – Dubai Creek

nice-view-of-dubai-creek

Dubai Creek atau Khor Dubai (bahasa Arab: خور دبيKhor Dubay) adalah sebuah sungai kecil air garam yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa sumber mengatakan bahwa sungai ini memanjang ke daratan hingga Al Ain, dan bahwa Yunani Kuno menyebutnya Sungai ZaraSecara sejarah, sungai ini membelah kota menjadi dua bagian utama &ndashl Deira dan Bur Dubai. Di sepanjang tepinya di Bur Dubai anggota suku Bani Yas pertama menetap pada abad ke-19, mendirikan dinasti Al Maktoum di kota itu. Pada awal abad ke-20, sungai ini, meskipun tidak mampu dilayari transportasi berukuran besar, tetapi dapat melayani sebagai pelabuhan kecil bagi dhow yang datang dari India atau Afrika Timur. Meskipun menghambat pintu masuk kapal karena alirannya, sungai ini masih menjadi elemen penting dalam menetapkan posisi perdagangan Dubai, menjadi satu-satunya pelabuhan atau dermaga di kota ini. Industri permata Dubai, yang membentuk sektor utama ekonomi kota, didasarkan pada penjelajahan di sungai ini, sebelum penemuan permata buatan pada tahun 1930-an.

Perikanan, juga sebuah industri terpenting di waktu itu, juga didasarkan di sepanjang sungai, yang air hangat dan dangkalnya mendukung berbagai macam kehidupan laut. Dhow yang digunakan untuk keperluan memancing juga dibangun di tepi depan sungai. Kepentingan sungai ini sebagai situs aktivitas perdagangan adalah penyesuaian untuk memperkenalkan perbaruan yang membolehkan perahu lebih besar untuk berhenti, juga memfasilitasi aktivitas bongkar muat. Ini membawanya, tahun 1995, pada rencana untuk mengembangkan sungai, yang melibatkan pengerukan wilayah dangkal, pembangunan pemecah gelombang, dan membuat pantainya menjadi sebuah quay yang cocok untuk bongkar muat barang. Sungai ini pertama dikeruk tahun 1961 untuk membolehkan perahu sepanjang 7 kaki (2.1 m) untuk melintasi sungai ini setiap waktu. Sungai ini dikeruk kembali tahun 1960-an dan 1970-an sehingga dapat memberikan penjangkaran bagi pengapalan lokal dan tepi pantai hingga 500 ton. Pengerukan ini membuka sungai ini menjadi lebih banyak menerima lalu lintas barang, termasuk pembangunan re-ekspor, dan memberikan Dubai keuntungan dari Sharjah, pusat perdagangan dominan lainnya di wilayah itu pada waktu itu. Jembatan Al Maktoum, jembatan pertama yang menghubungkan Bur Dubai dan Deira dibangun tahun 1963. Meskipun kepentingan sungai sebagai sebuah pelabuhan telah berkurang dengan pembangunan Pelabuhan Jebel Ali, fasilitas yang lebih kecil, seperti Pelabuhan Saeed, terus berdiri di sepanjang sungai, menyediakan tempat berlabuh bagi pedagang dari daerah itu dan anak benua India.

Aliran awal sungai ke daratan Dubai adalah sepanjang Deira Corniche dan Al Ras di timur Dubai dan sepanjang Al Shindagha di barat Dubai. Kemudian berlanjut ke tenggara masuk ke daratan, melewati Pelabuhan Saeed dan Dubai Creek Park. Akhir aliran alami sungai adalah di Ras Al Khor Wildlife Sanctuary, 14 kilometer (8.7 mil) dari muaranya di Teluk Persia. Bentuk tradisional angkutan antara bagian timur dan barat Dubai melewati sungai ini adalah dengan abra, yang terus beroperasi di Dubai. Selain itu, bagian timur dan barat dihubungkan oleh satu jembatan (Jembatan Al Maktoum, Jembatan Al Garhoud, Penyeberangan Business Bay dan Jembatan Terapung) dan satu terowongan (Terowongan Al Shindagha).\

2909-08

Early morning on Dubai Creek #2dubai-creek

germanyUAE2012-008-2-1024x682

53e41891-315f-4f26-88f4-7125e95a9722.jpg

sumber:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Dubai_Creek